
Aktivitas berbasis pengalaman kian diminati di Yogyakarta. Selain wisata budaya dan kuliner, kota ini menawarkan beragam workshop kreatif yang memberi nilai edukatif sekaligus personal. Salah satunya adalah workshop bikin perfume spray non-alcohol, yang mengajak peserta mengenal dunia parfum dari dasar hingga praktik meracik aroma sendiri.
Workshop ini dirancang untuk pemula dan terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami parfum secara lebih mendalam. Tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa botol parfum, peserta juga diajak memahami teori dasar agar proses meracik tidak dilakukan secara asal, melainkan berdasarkan pengetahuan yang runtut.
Salah satu workshop yang bisa Aidulur nikmati dan kunjungi langsung di toko AiCARE THE LABEL, brand aromaterapi lokal yang mengusung konsep aroma ramah kulit dan mindful living.
Mengenal Parfum dan Perbedaannya

Sesi workshop diawali dengan pengenalan mengenai apa itu parfum dan bagaimana wewangian bekerja di kulit. Peserta diperkenalkan pada perbedaan parfum berbasis alkohol dan non-alcohol. Dalam workshop ini, fokus utama adalah parfum non-alcohol yang menggunakan base berbasis air atau minyak tertentu.
Karakter parfum non-alcohol dikenal lebih lembut, tidak menyengat, serta lebih nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Selain itu, aroma cenderung melekat lebih dekat dengan kulit dan tidak terlalu menyebar kuat ke sekitar.
Memahami Base Perfume

Materi berikutnya membahas base perfume, yakni bahan dasar yang berfungsi sebagai pembawa aroma. Base memiliki peran penting karena memengaruhi karakter wangi, kenyamanan saat digunakan, serta daya tahan parfum. Ada tiga jenis base yang diperkenalkan dalam materi workshop, masing-masing dengan karakter dan keunggulan berbeda.
1. Alcohol Base
Alcohol base merupakan base parfum yang paling umum digunakan pada parfum konvensional. Jenis base ini membuat aroma cepat tercium dan menyebar luas setelah disemprotkan.
Hasil wanginya cenderung lebih kuat, cepat kering di kulit, dan dikenal sebagai base dengan daya tahan paling lama. Namun, karena karakter alkohol yang mudah menguap, aroma di awal sering terasa tajam dan kurang cocok bagi sebagian orang dengan kulit sensitif.
2. Milk Base
Milk base memiliki karakter wangi yang lebih soft dan lembut. Teksturnya sedikit creamy dan memberikan sensasi moist atau lembap saat diaplikasikan ke kulit.
Keunggulan milk base adalah kenyamanannya saat digunakan, serta fleksibilitas pemakaian. Selain untuk kulit, base ini juga aman digunakan sebagai hair mist, sehingga cocok bagi pengguna yang menginginkan aroma halus tanpa kesan menyengat.
3. Water Base
Water base dikenal dengan aroma yang ringan dan segar. Teksturnya ringan (light texture) dan cocok bagi pengguna yang tidak menyukai parfum dengan aroma terlalu kuat.
Base ini tergolong aman dan nyaman, serta memungkinkan parfum diaplikasikan berulang kali sepanjang hari tanpa terasa berlebihan. Karakter ini menjadikan water base ideal untuk penggunaan sehari-hari atau bagi pemula yang baru mengenal parfum.
Struktur Notes Parfum

Peserta kemudian diajak mengenal struktur wewangian yang tersusun dalam beberapa lapisan aroma atau notes. Materi ini menjadi dasar penting sebelum masuk ke tahap peracikan.
- Top notes, aroma pertama yang tercium saat parfum disemprotkan.
- Middle notes, aroma inti yang muncul setelah top notes memudar dan menjadi karakter utama parfum.
- Base notes, aroma dasar yang paling tahan lama dan memberi kedalaman pada wewangian.
Melalui pemahaman ini, peserta menyadari bahwa parfum bukanlah aroma tunggal, melainkan rangkaian wangi yang berkembang seiring waktu.
Jenis Parfum Berdasarkan Karakter Aroma
Salah satu sesi utama dalam workshop adalah pengenalan jenis parfum berdasarkan karakter aroma atau keluarga wewangian. Materi ini membantu peserta menentukan arah aroma sebelum mulai meracik.
Beberapa jenis aroma yang diperkenalkan antara lain:
- Woody, dengan kesan hangat dan earthy
- Floral, lembut dan klasik
- Citrus, segar dan energik
- Fresh atau Green, bersih dan natural
- Fruity, manis dan ceria
- Spicy, hangat dan berkarakter
- Musky atau Powdery, lembut dan intim
Pemahaman jenis aroma ini memudahkan peserta memilih kombinasi wangi yang sesuai dengan selera dan kepribadian.

Praktik Blending Aroma secara Langsung
Setelah teori, workshop dilanjutkan dengan sesi praktik. Peserta mulai mencium berbagai aroma, memilih notes favorit, lalu memadukannya dengan proporsi tertentu. Dalam sesi ini, peserta belajar teknik blending agar aroma tidak saling mendominasi dan tetap seimbang.
Setiap peserta bebas mengekspresikan preferensi masing-masing, sehingga hasil parfum yang dibuat bersifat personal dan unik. Parfum yang telah selesai diracik kemudian dimasukkan ke dalam botol spray untuk dibawa pulang.
Pengalaman Kreatif yang Edukatif
Workshop perfume spray non-alcohol tidak hanya menawarkan aktivitas meracik parfum, tetapi juga pengalaman mengenal aroma secara lebih sadar. Kegiatan ini kerap dipilih sebagai agenda self-care, aktivitas bersama teman, hingga alternatif wisata kreatif saat berkunjung ke Yogyakarta.
Dengan pendekatan yang edukatif dan aplikatif, workshop ini menjadi salah satu bentuk pengalaman kreatif yang sejalan dengan gaya hidup masa kini. Personal, mindful, dan ramah bagi tubuh.
Aidulur bisa langsung datang ke toko yang berlokasi di Jl. A.M. Sangaji No.37, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 200 m dari Tugu Jogja.
Bawa pulang wangi Jogja dalam setiap tetes aromanya. Untuk informasi lengkap kunjungi AiCARE The Label dan hubungi admin kami. Intip produk kami di marketplace:
Instagram: aicare.idn
Shopee: aicarethelabel
TikTokshop: aicarethelabel