
Bau tidak sedap di kamar mandi dapat tetap terasa meski pembersihan dilakukan secara rutin. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan saluran pembuangan, kelembapan, serta sirkulasi udara yang kurang optimal. Akibatnya, bau bertahan lebih lama meski permukaan kamar mandi terlihat bersih.
Sejumlah riset dan panduan kebersihan menyebutkan bahwa kamar mandi merupakan salah satu area rumah dengan tingkat kelembapan tertinggi. Lingkungan lembap memudahkan pertumbuhan bakteri dan jamur, yang dalam prosesnya menghasilkan senyawa penyebab bau. Karena itu, bau kamar mandi tidak selalu dapat diatasi hanya dengan menyikat permukaan lantai atau dinding.
Berikut tujuh penyebab yang sering luput dari perhatian.
1. Saluran Pembuangan
Saluran pembuangan kerap menjadi sumber bau karena menjadi tempat berkumpulnya sisa sabun, rambut, dan kotoran. Endapan ini tidak selalu terlihat dari permukaan, namun dapat menimbulkan bau tidak sedap ketika bereaksi dengan air dan kelembapan di dalam pipa.
2. Water Trap Mengering
Water trap berfungsi menahan bau dari sistem pipa agar tidak naik ke ruangan. Pada kamar mandi yang jarang digunakan, air di dalam water trap dapat menguap sehingga fungsi penahan bau menjadi tidak optimal dan aroma tidak sedap lebih mudah tercium.
3. Jamur pada Nat Keramik
Nat keramik yang lembap dan jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat tumbuh jamur dan bakteri. Selain memengaruhi tampilan, kondisi ini sering menimbulkan bau apek yang bertahan meski lantai sudah dibersihkan.
4. Ventilasi Udara Kurang Memadai
Ventilasi yang tidak bekerja dengan baik membuat uap air terperangkap di dalam kamar mandi. Kelembapan yang berlangsung lama menciptakan lingkungan yang mendukung munculnya bau dan memperlambat proses pengeringan ruangan.
5. Area Sekitar Kloset
Bau sering kali tercium di sekitar kloset meski tidak terlihat adanya kebocoran. Hal ini dapat berkaitan dengan sambungan kloset atau sistem pembuangan yang kurang rapat sehingga aroma dari saluran pipa menyebar ke ruangan.
6. Aksesori Kamar Mandi
Keset, tirai shower, dan tempat sampah yang sering berada dalam kondisi lembap dapat menyerap bau seiring waktu. Jika jarang dikeringkan atau dibersihkan, aksesori ini menjadi sumber bau tambahan di kamar mandi.
7. Penggunaan Pewangi Instan
Pewangi semprot umumnya hanya bekerja dalam waktu singkat. Aroma yang dihasilkan cepat menghilang dan perlu digunakan berulang, sehingga kurang efektif untuk menjaga kenyamanan kamar mandi dalam jangka waktu lebih lama.
Menjaga Aroma Kamar Mandi Tetap Nyaman
Selain mengatasi sumber bau, menjaga kualitas udara di kamar mandi juga berperan penting dalam menciptakan kenyamanan. Udara yang pengap dan lembap membuat bau lebih mudah bertahan, meskipun kamar mandi terlihat bersih.
Salah satu opsi yang dapat digunakan adalah reed diffuser aroma serai. Reed diffuser relatif lebih aman digunakan karena tidak memerlukan listrik, sehingga cocok ditempatkan di area lembap seperti kamar mandi. Cara pemakaiannya sederhana dan tidak memerlukan perawatan khusus. Aromanya menyebar secara pasif dan konsisten, sehingga membantu menjaga kenyamanan ruangan dalam penggunaan sehari-hari.
Kamar mandi yang tetap bau setelah dibersihkan umumnya dipengaruhi oleh saluran pembuangan, kelembapan, dan sirkulasi udara. Selain perawatan rutin, menjaga aroma ruangan juga menjadi bagian dari kenyamanan. Penggunaan reed diffuser aroma serai dapat menjadi solusi pendukung yang aman, mudah digunakan, dan fungsional untuk penggunaan harian.
Aidulur bisa langsung datang ke toko yang berlokasi di Jl. A.M. Sangaji No.37, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 200 m dari Tugu Jogja.
Bawa pulang wangi Jogja dalam setiap tetes aromanya. Untuk informasi lengkap kunjungi AiCARE The Label dan hubungi admin kami. Intip produk kami di marketplace:
Instagram: aicare.idn
Shopee: aicarethelabel
TikTokshop: aicarethelabel