
Makam Imogiri, yang terletak di Bantul, Yogyakarta, adalah komplek pemakaman raja-raja Mataram yang kaya akan sejarah dan tradisi. Selain menjadi destinasi wisata sejarah, makam ini juga menyimpan mitos-mitos unik yang jarang banyak orang tahu.
Makam Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, yang berada di kompleks Makam Imogiri, Bantul, Yogyakarta, adalah tempat peristirahatan raja-raja Mataram yang kaya akan sejarah dan tradisi. Selain menjadi destinasi wisata sejarah, makam ini juga menyimpan mitos-mitos unik yang jarang diketahui banyak orang. Berikut lima di antaranya:
1. Sumbu Sakral yang Menghubungkan Kraton
Makam Imogiri berada di jalur sumbu imajiner Yogyakarta–Solo. Garis sakral ini dipercaya mengalirkan energi spiritual dari satu kraton ke kraton lainnya, termasuk Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Peziarah yang berdiri di garis ini konon akan merasakan ketenangan batin dan aura khusus. Sumbu ini bukan sekadar mitos; ritual adat di Yogyakarta masih kerap mengikuti garis ini hingga kini.
2. Pohon Beringin Penanda Arah Makam
Di sekitar makam terdapat pohon-pohon beringin tua yang dianggap lebih dari sekadar tanaman. Beberapa legenda mengatakan bahwa beringin tertentu bisa “bergerak” atau menunjuk arah makam tertentu bagi peziarah yang tersesat. Pohon-pohon ini dipercaya menjaga kesakralan area dan menuntun pengunjung ke makam yang tepat.
3. Hantu Penjaga Makam
Salah satu mitos paling terkenal adalah keberadaan roh leluhur atau hantu penjaga makam. Saat malam hari, banyak yang percaya bahwa roh-roh ini menjaga ketenangan makam dan menampakkan diri bagi mereka yang tidak menghormati tempat tersebut. Namun, bagi peziarah dengan niat tulus, mereka dianggap pelindung yang menjaga keselamatan dan ketertiban di area pemakaman.
4. Ratusan Anak Tangga
Kompleks Makam Imogiri terletak di puncak Bukit Merak, sehingga peziarah harus mendaki ratusan anak tangga batu untuk mencapai area makam. Mitos mengatakan, setiap anak tangga yang didaki dengan niat tulus akan membawa pahala dan membersihkan pikiran. Sebaliknya, mereka yang datang dengan niat sembarangan diyakini akan merasa lelah lebih cepat atau kehilangan fokus saat ziarah.
Ritual naik tangga ini juga menjadi simbol perjalanan spiritual, dari dunia sehari-hari menuju kesucian dan ketenangan di area makam.
5. Waktu Terbaik untuk Berziarah
Menurut legenda, waktu paling “kuat” untuk merasakan energi Makam Imogiri adalah antara matahari terbit hingga pukul 9 pagi. Pada jam ini, ada yang mengatakan kalau energi leluhur sedang mengalir paling kuat, membuat peziarah merasa lebih tenang, reflektif, bahkan seakan “merasakan sejarah” raja-raja Mataram secara langsung.
Setelah menelusuri sejarah dan mitos Makam Imogiri, peziarah biasanya merasakan ketenangan batin dan refleksi diri yang mendalam. Makam ini bukan hanya tempat beristirahatnya raja-raja Mataram, tetapi juga ruang untuk menghargai sejarah, tradisi, dan nilai-nilai leluhur.
Mengetahui mitos-mitos ini membuat pengalaman berkunjung lebih penuh makna, seolah kita ikut menyelami cerita, energi, dan kehidupan para pendahulu. Makam Imogiri mengajarkan bahwa menghormati budaya dan sejarah adalah cara terbaik untuk memahami identitas dan warisan sebuah bangsa.
Bawa pulang wangi Jogja dalam setiap tetes aromanya. Untuk informasi lengkap kunjungi AiCARE The Label dan hubungi admin kami. Intip produk kami di marketplace:
Instagram: aicare.idn
Shopee: aicarethelabel
TikTokshop: aicarethelabel
Tokopedia: aicarethelabel