
Candi Prambanan dikenal sebagai salah satu ikon budaya paling megah di Indonesia. Arsitekturnya memesona, suasananya romantis, dan jadi destinasi favorit banyak pasangan. Namun di balik keindahannya, ada satu cerita yang terus beredar dari generasi ke generasi: mitos bahwa pasangan yang datang ke Prambanan bisa putus?!
Benarkah begitu? Atau hanya cerita turun-temurun yang akhirnya jadi sugesti? Mari kita bahas asal-usul dan kenapa mitos ini tetap bertahan hingga sekarang.
Asal-Usul Mitos: Kisah Tragis Roro Jonggrang
Mitos Prambanan berhubungan erat dengan legenda Roro Jonggrang. Cerita populernya begini:
- Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang.
- Sang putri tidak membalas perasaannya dan mencoba menghindarinya.
- Ia memberi syarat mustahil: membuat 1.000 candi dalam satu malam.
- Ketika Bondowoso hampir berhasil, Roro Jonggrang menggagalkannya dengan tipu daya.
- Marah karena ditipu, Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca ke-1000.
Cerita tentang cinta bertepuk sebelah tangan dan patah hati inilah yang kemudian dikaitkan dengan mitos bahwa pasangan yang datang ke Prambanan nasib cintanya bisa sama—tidak berjodoh.
1. Kekhawatiran Ini Lebih ke Sugesti Sosial
Mitos ini tetap hidup terutama karena cerita dari mulut ke mulut. Banyak yang percaya, lalu diceritakan lagi ke teman-temannya. Padahal, mayoritas pengalaman pasangan yang berkunjung justru biasa saja—bahkan banyak yang tetap harmonis hingga menikah.
Mitos ini bertahan lebih karena sugesti: kalau sudah takut duluan, hal-hal kecil dalam hubungan jadi terasa lebih besar.
2. Prambanan Justru Romantis untuk Dikunjungi
Fakta menariknya, Prambanan adalah salah satu spot paling romantis di Yogyakarta. Banyak pasangan datang untuk:
- menikmati sunset di area candi,
- menonton Sendratari Ramayana,
- foto prewed dengan latar arsitektur klasik nan megah.
Jadi kalau mitos itu benar, tidak mungkin tempat ini jadi lokasi favorit untuk momen romantis kan?
3. Perspektif Budaya: Mitos sebagai Pengingat
Dalam budaya Jawa, mitos sering digunakan sebagai bentuk pengingat atau nasihat. Mitos Prambanan bisa dibaca sebagai pesan bahwa:
- cinta perlu ketulusan,
- jangan memaksakan hubungan,
- jangan memulai dengan tipu muslihat,
- dan tidak semua hal bisa dipaksa menjadi “jodoh”.
Alih-alih dianggap menakutkan, mitos ini sesungguhnya punya nilai reflektif.
4. Nyatanya, Ribuan Pasangan Baik-Baik Saja
Faktanya, banyak pasangan—baik lokal maupun turis—yang berkunjung ke Prambanan dan tetap bahagia bersama. Mitos ini tidak punya bukti nyata dan lebih ke bagian dari folklore yang melekat pada sejarah candi.
Artinya yang menentukan hubungan bukan Prambanan, tapi komunikasi dan komitmen kalian sendiri.
Apakah membawa pasangan ke Prambanan bisa bikin putus?
Jawabannya: ini hanyalah mitos populer yang hidup karena cerita tradisi. Prambanan tetap menjadi destinasi indah dan romantis untuk dikunjungi bersama pasangan. Daripada takut mitos, lebih baik menikmati waktu bersama dan memperkuat hubungan.
Bawa pulang wangi Jogja dalam setiap tetes aromanya. Untuk informasi lengkap kunjungi AiCARE The Label dan hubungi admin kami. Intip produk kami di marketplace:
Instagram: aicare.idn
Shopee: aicarethelabel
TikTokshop: aicarethelabel
Tokopedia: aicarethelabel