
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans bukan sekadar catatan personal tentang masa lalu. Lewat buku ini, Aurelie membuka pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming, sekaligus membagikan bagaimana proses healing dijalani secara bertahap setelah keluar dari hubungan yang penuh manipulasi dan kontrol.
Ditulis dengan jujur dan tanpa dramatisasi berlebihan, Broken Strings menghadirkan sudut pandang yang edukatif tentang trauma, kesehatan mental, dan pentingnya merawat diri setelah pengalaman kekerasan berbasis relasi.
Child Grooming yang Dialami Aurelie Moeremans
Dalam Broken Strings, Aurelie menceritakan bagaimana relasi yang ia jalani sejak usia remaja awalnya terasa seperti perhatian dan perlindungan. Namun seiring waktu, hubungan tersebut berubah menjadi ruang yang penuh tekanan emosional, rasa bersalah, dan kehilangan kendali atas diri sendiri.
Pola ini mencerminkan praktik child grooming, yakni ketika pelaku membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dengan anak atau remaja sebelum melakukan eksploitasi. Karena terjadi perlahan, banyak korban tidak langsung menyadari bahwa apa yang mereka alami adalah bentuk kekerasan.
Melalui pengalamannya, Aurelie menunjukkan bahwa grooming tidak selalu tampak kasar sejak awal, tetapi justru sering hadir dalam bentuk yang terlihat “peduli”.
Dampak Child Grooming terhadap Mental dan Emosi
Salah satu pelajaran penting dari Broken Strings adalah bahwa dampak child grooming tidak berhenti saat hubungan tersebut berakhir. Trauma bisa menetap dan memengaruhi kondisi mental korban dalam jangka panjang.
Beberapa dampak yang digambarkan dalam buku ini antara lain:
- rasa bersalah yang tidak semestinya
- ketakutan dan kecemasan berkepanjangan
- kesulitan mempercayai orang lain
- keraguan terhadap penilaian diri sendiri
Buku ini membantu pembaca memahami bahwa luka akibat grooming bersifat nyata, meskipun tidak selalu terlihat secara fisik.
Pelajaran tentang Healing dari Broken Strings
Lewat pengalamannya, Aurelie menegaskan satu hal penting: korban tidak pernah bersalah atas kekerasan yang dialaminya. Salah satu dampak paling merusak dari grooming adalah membuat korban merasa ikut bertanggung jawab atas situasi yang sebenarnya tidak mereka kendalikan.
Broken Strings juga menunjukkan bahwa healing bukan proses instan. Kesadaran atas apa yang terjadi, keberanian untuk membicarakannya, dan penerimaan bahwa pemulihan membutuhkan waktu adalah bagian penting dari perjalanan tersebut.
Healing, dalam konteks ini, bukan berarti melupakan masa lalu, melainkan belajar hidup dengan pemahaman yang lebih sehat tentang diri sendiri.
Cara Healing Aurelie Moeremans

Dalam Broken Strings, healing digambarkan sebagai proses bertahap untuk merawat diri setelah tekanan emosional yang tinggi. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
Konsistensi dalam perawatan diri
Langkah kecil yang dilakukan rutin lebih berdampak dibanding perubahan besar yang tidak berkelanjutan.
Meditasi singkat atau pernapasan sadar
Membantu menenangkan pikiran dan memberi sinyal aman pada tubuh saat stres terasa berat.
Yoga dengan gerakan lembut
Membantu melepaskan ketegangan tubuh tanpa menuntut performa fisik tertentu.
Me time dari rutinitas harian
Memberi jeda melalui aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca, atau mendengarkan musik.
Ritual mandi yang menenangkan
Mandi air hangat dengan lilin aromaterapi atau bath salt membantu tubuh beralih ke kondisi relaks.
Produk wellness dalam konteks ini berperan sebagai pendukung keseharian, bukan solusi instan. Pendekatan tersebut sejalan dengan nilai yang dibawa oleh AiCARE THE LABEL, yang menempatkan perawatan diri sebagai bagian dari rutinitas harian untuk membantu menciptakan kenyamanan dan ketenangan.
Mengapa Broken Strings Relevan untuk Dibaca
Kisah dalam Broken Strings relevan karena isu child grooming dan relasi manipulatif masih banyak terjadi dan sering tidak disadari. Buku ini membantu pembaca mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat, memahami dampak psikologisnya, serta menyadari bahwa proses healing adalah hak setiap penyintas.
Dengan pendekatan yang jujur dan reflektif, buku ini tidak hanya menjadi cerita personal, tetapi juga sarana edukasi publik tentang trauma dan pemulihan.
Melalui Broken Strings, Aurelie Moeremans menunjukkan bahwa healing adalah proses yang membutuhkan waktu, kesadaran, dan perhatian pada diri sendiri. Pemulihan tidak selalu berjalan lurus, tetapi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dalam perjalanan tersebut, rutinitas perawatan diri dan dukungan wellness dapat menjadi pendamping yang membantu tubuh dan pikiran merasa lebih aman, tenang, dan terawat.
Aidulur bisa langsung datang ke toko yang berlokasi di Jl. A.M. Sangaji No.37, Cokrodiningratan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 200 m dari Tugu Jogja.
Bawa pulang wangi Jogja dalam setiap tetes aromanya. Untuk informasi lengkap kunjungi AiCARE The Label dan hubungi admin kami. Intip produk kami di marketplace:
Instagram: aicare.idn
Shopee: aicarethelabel
TikTokshop: aicarethelabel